372 Koperasi di Lebak Terancam Bangkrut, Mayoritas karena Gagal Jalankan Usaha Simpan Pinjam
BANTENRAYA.COM – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Lebak mengungkapkan ada sebanyak 372 koperasi di Lebak mati suri hingga 2026. Dari data Dinkop UKM Kabupaten Lebak, jumlah koperasi yang terdaftar sendiri ada sebanyak 1.521 dengan total koperasi aktif tercatat sebanyak 1.148 koperasi.
"Saat ini koperasi yang terdaftar ada sebanyak 1.521, yang aktif sebanyak 1.148 koperasi," ungkap Kepala Dinkop UKM Kabupaten Lebak, Drs. H. Arief Budiman, M.Si.
Penyebab Koperasi Mati Suri
Menurut Arief, penyebab koperasi mati suri di Lebak mayoritas karena gagal menjalankan usaha simpan pinjam. "Koperasi yang mati suri ini mayoritas karena gagal menjalankan usaha simpan pinjam, sehingga koperasi tersebut tidak bisa beroperasi dengan baik," jelasnya.
Selain itu, Arief juga menyebutkan bahwa beberapa koperasi di Lebak juga mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan dan sumber daya manusia. "Beberapa koperasi di Lebak juga mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan dan sumber daya manusia, sehingga koperasi tersebut tidak bisa berkembang dengan baik," tambahnya.
Arief juga menyebutkan bahwa pemerintah kabupaten Lebak telah melakukan berbagai upaya untuk membantu koperasi yang mengalami kesulitan. "Pemerintah kabupaten Lebak telah melakukan berbagai upaya untuk membantu koperasi yang mengalami kesulitan, seperti memberikan pelatihan dan bantuan teknis," ungkapnya.
Dampak Koperasi Mati Suri
Koperasi mati suri di Lebak juga berdampak pada perekonomian masyarakat setempat. "Koperasi mati suri di Lebak juga berdampak pada perekonomian masyarakat setempat, karena koperasi tersebut tidak bisa memberikan pinjaman dan lain-lain," jelas Arief.
Selain itu, koperasi mati suri juga berdampak pada kesempatan kerja masyarakat. "Koperasi mati suri juga berdampak pada kesempatan kerja masyarakat, karena koperasi tersebut tidak bisa menyerap tenaga kerja," tambahnya.
Arief juga menyebutkan bahwa pemerintah kabupaten Lebak telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya koperasi. "Pemerintah kabupaten Lebak telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya koperasi, seperti melakukan sosialisasi dan pelatihan," ungkapnya.
Upaya Mengatasi Koperasi Mati Suri
Untuk mengatasi koperasi mati suri di Lebak, pemerintah kabupaten Lebak telah melakukan berbagai upaya. "Pemerintah kabupaten Lebak telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi koperasi mati suri, seperti memberikan bantuan teknis dan pelatihan," jelas Arief.
Selain itu, pemerintah kabupaten Lebak juga telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kemampuan koperasi. "Pemerintah kabupaten Lebak juga telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kemampuan koperasi, seperti dengan koperasi lain dan lembaga keuangan," tambahnya.
Arief juga menyebutkan bahwa pemerintah kabupaten Lebak telah melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya koperasi. "Pemerintah kabupaten Lebak telah melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya koperasi, seperti melakukan sosialisasi dan pelatihan," ungkapnya.
Dengan demikian, diharapkan koperasi di Lebak dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. "Dengan demikian, diharapkan koperasi di Lebak dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat," pungkas Arief.
Ilustrasi Berita - Tim Redaksi Banten Jumper Media
0 Komentar