Polisi Selidiki Kondisi Kepala DPMPTSP usai Menyeruduk 9 Orang di Depan SD
PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polisi masih menyelidiki kecelakaan maut yang melibatkan mobil milik Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Ahmad Mursidi. Fokus penyelidikan kini mengarah pada kondisi pengemudi saat insiden terjadi. Peristiwa tragis itu terjadi di depan SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 30 April 2026 pagi saat jam sekolah.
Menurut keterangan saksi, mobil yang dikemudikan oleh Ahmad Mursidi tiba-tiba menyeruduk 9 orang yang sedang berjalan di trotoar. Korban yang terdiri dari siswa dan warga sekitar langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi korban masih dalam pengawasan tim medis.
Kronologi Kecelakaan
Polisi masih menyelidiki kronologi kecelakaan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Ahmad Mursidi sedang mengemudi mobil dinasnya menuju kantor DPMPTSP Pandeglang. Saat melintas di depan SDN Sukaratu 5, mobilnya tiba-tiba menyeruduk sekelompok orang yang sedang berjalan di trotoar.
Penyebab pasti kecelakaan masih belum diketahui, namun polisi menduga bahwa Ahmad Mursidi mungkin mengalami gangguan kesehatan atau kelelahan saat mengemudi. "Kami masih menyelidiki kondisi pengemudi saat kecelakaan terjadi. Kami juga memeriksa kondisi mobil dan melakukan wawancara dengan saksi-saksi," kata Kapolres Pandeglang.
Reaksi Masyarakat
Kecelakaan tersebut menyebabkan kemarahan dan kekecewaan di kalangan masyarakat. Banyak warga yang mempertanyakan bagaimana seorang pejabat pemerintah bisa mengemudi dengan sembrono dan tidak bertanggung jawab. "Ini adalah contoh buruk bagi masyarakat. Seorang pejabat pemerintah seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukan malah melakukan tindakan yang merugikan orang lain," kata salah satu warga.
Masyarakat juga meminta agar polisi melakukan penyelidikan yang transparan dan adil. "Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kami ingin agar polisi melakukan penyelidikan yang menyeluruh dan tidak membiarkan kasus ini ditutup-tutupi," kata ketua RT setempat.
Tindakan Lanjutan
Polisi berjanji untuk melakukan penyelidikan yang transparan dan adil. "Kami akan melakukan penyelidikan yang menyeluruh dan tidak akan membiarkan kasus ini ditutup-tutupi. Kami akan memastikan bahwa semua pihak yang terkait akan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Kapolres Pandeglang.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pandeglang juga berjanji untuk melakukan evaluasi terhadap kecelakaan tersebut. "Kami akan melakukan evaluasi terhadap kecelakaan tersebut dan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan," kata Bupati Pandeglang.
Kasus kecelakaan ini masih dalam penyelidikan dan diharapkan akan segera terungkap apa yang sebenarnya terjadi. Masyarakat berharap agar polisi dan pemerintah dapat melakukan tindakan yang adil dan transparan dalam menangani kasus ini.
Sumber: Tim Redaksi Banten Jumper Media
0 Komentar