Gigi Anak Rentan Rusak, Program Deteksi Plak Digencarkan di Sekolah Kota Tangerang
TANGERANG – Dalam upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini, UPT Puskesmas Batusari melaksanakan kegiatan Disclosing Agent dan Varnish Application pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini difokuskan bagi siswa kelas 1 dan kelas 2 dengan total peserta sebanyak 65 anak. Penanggung jawab kesehatan gigi dan mulut Puskesmas Batusari, drg. Widita Kresna Murti, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi plak pada gigi anak dan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Latar Belakang Program Deteksi Plak
Menurut drg. Widita, gigi anak sangat rentan rusak karena masih dalam tahap perkembangan. Oleh karena itu, deteksi plak sangat penting dilakukan untuk mencegah kerusakan gigi lebih lanjut. "Plak adalah lapisan tipis yang terbentuk pada permukaan gigi, yang dapat menyebabkan kerusakan gigi dan gusi jika tidak diatasi," jelas drg. Widita. Dengan demikian, kegiatan Disclosing Agent dan Varnish Application ini diharapkan dapat membantu mendeteksi plak pada gigi anak dan memberikan penanganan yang tepat.
Program deteksi plak ini juga sejalan dengan visi Puskesmas Batusari untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. "Kami berharap dengan kegiatan ini, anak-anak dapat memiliki kesehatan gigi dan mulut yang baik, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal," kata drg. Widita. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Proses Kegiatan Disclosing Agent dan Varnish Application
Proses kegiatan Disclosing Agent dan Varnish Application dilakukan oleh tim kesehatan gigi dan mulut Puskesmas Batusari. Pertama-tama, anak-anak diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kemudian, mereka diberikan Disclosing Agent, yaitu cairan yang dapat membantu mendeteksi plak pada gigi. Setelah itu, anak-anak diberikan Varnish Application, yaitu lapisan tipis yang dapat membantu mencegah kerusakan gigi.
Tim kesehatan gigi dan mulut Puskesmas Batusari juga melakukan pemeriksaan gigi anak-anak untuk mendeteksi plak dan memberikan penanganan yang tepat. "Kami juga memberikan saran dan edukasi kepada anak-anak dan orang tua tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut yang baik," kata drg. Widita. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak memiliki kesehatan gigi dan mulut yang baik.
Manfaat Program Deteksi Plak bagi Anak-Anak
Program deteksi plak ini memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Pertama-tama, kegiatan ini dapat membantu mendeteksi plak pada gigi anak dan memberikan penanganan yang tepat. Dengan demikian, anak-anak dapat memiliki kesehatan gigi dan mulut yang baik, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. "Kami berharap dengan kegiatan ini, anak-anak dan orang tua dapat memiliki kesadaran yang lebih baik tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut," kata drg. Widita. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Program deteksi plak ini juga dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan gusi pada anak-anak. "Kerusakan gigi dan gusi dapat menyebabkan banyak masalah, termasuk nyeri gigi, gusi berdarah, dan bahkan kerusakan gigi yang permanen," jelas drg. Widita. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan gusi pada anak-anak, sehingga mereka dapat memiliki kesehatan gigi dan mulut yang baik.
Dalam kesimpulan, program deteksi plak yang dilaksanakan oleh UPT Puskesmas Batusari ini memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Kegiatan ini dapat membantu mendeteksi plak pada gigi anak, memberikan penanganan yang tepat, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, dan mencegah kerusakan gigi dan gusi. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Ilustrasi Berita - Tim Redaksi Banten Jumper Media
0 Komentar