Keluarga Korban Tabrakan Maut di Pandeglang Minta Pelaku Diproses Hukum
PANDEGLANG – Salah satu orang tua korban tabrakan maut di SDN Sukaratu 5 meminta pihak kepolisian memproses hukum pengemudi mobil yang menabrak kerumunan murid dan pedagang di Jalan Raya AMD Lintas Timur, Kampung Cikole, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (30/4/2026). Orang tua korban, Saiful Bahri, mengaku sangat berduka dan syok saat menerima kabar bahwa anaknya menjadi salah satu korban dalam kejadian tersebut.
Menurut Saiful, kejadian tersebut sangatlah tidak terduga dan telah menyebabkan dampak yang sangat besar bagi keluarganya. Ia berharap agar pihak kepolisian dapat memproses hukum pengemudi mobil yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut dengan seadil-adilnya.
Kejadian Tabrakan Maut
Kejadian tabrakan maut di SDN Sukaratu 5 terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, saat murid-murid sedang berangkat sekolah. Mobil yang dikemudikan oleh pengemudi yang belum diketahui identitasnya, tiba-tiba menabrak kerumunan murid dan pedagang yang berada di sekitar jalan. Akibatnya, beberapa orang mengalami luka-luka dan beberapa lainnya meninggal dunia.
Menurut saksi mata, kejadian tersebut terjadi sangat cepat dan tidak terduga. "Saya sedang berjalan menuju sekolah ketika saya mendengar suara benturan yang sangat keras. Saya langsung berlari ke arah suara tersebut dan melihat bahwa ada beberapa orang yang terluka parah," kata salah satu saksi mata.
Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut dan telah mengumpulkan beberapa bukti yang dapat membantu dalam proses penyelidikan. Namun, sampai saat ini, identitas pengemudi mobil yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut masih belum diketahui.
Reaksi Keluarga Korban
Keluarga korban sangat terpukul atas kejadian tersebut. Mereka mengaku bahwa kejadian tersebut telah menyebabkan dampak yang sangat besar bagi keluarganya. "Saya sangat berduka dan syok saat menerima kabar bahwa anak saya menjadi salah satu korban dalam kejadian tersebut. Saya berharap agar pihak kepolisian dapat memproses hukum pengemudi mobil yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut dengan seadil-adilnya," kata Saiful Bahri.
Keluarga korban juga meminta agar pihak kepolisian dapat melakukan penyelidikan yang lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Mereka juga meminta agar pihak sekolah dapat meningkatkan keamanan di sekitar sekolah untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.
Menurut psikolog, kejadian tersebut dapat menyebabkan trauma yang sangat besar bagi keluarga korban dan juga bagi murid-murid yang menjadi saksi mata. "Keluarga korban dan murid-murid yang menjadi saksi mata perlu mendapatkan bantuan psikologis untuk membantu mereka mengatasi trauma yang dialami," kata psikolog.
Upaya Pihak Kepolisian
Pihak kepolisian telah melakukan beberapa upaya untuk menangani kejadian tersebut. Mereka telah melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut dan telah mengumpulkan beberapa bukti yang dapat membantu dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian juga telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan pihak lainnya untuk meningkatkan keamanan di sekitar sekolah.
Menurut pihak kepolisian, mereka akan melakukan penyelidikan yang lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Mereka juga akan melakukan upaya untuk menangkap pengemudi mobil yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Pihak kepolisian meminta agar masyarakat dapat membantu dalam proses penyelidikan dengan memberikan informasi yang terkait dengan kejadian tersebut. Mereka juga meminta agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di sekitar sekolah untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.
Dalam beberapa hari mendatang, pihak kepolisian akan melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan keamanan di sekitar sekolah, termasuk melakukan patroli yang lebih intensif dan meningkatkan jumlah petugas keamanan di sekitar sekolah.
Ilustrasi Berita - Tim Redaksi Banten Jumper Media
0 Komentar