Hardiknas 2026: Guru Besar UIN Jakarta Tegaskan Pendidikan Bermutu Tanggung Jawab Kolektif

Ilustrasi Berita

Hardiknas 2026: Guru Besar UIN Jakarta Tegaskan Pendidikan Bermutu Tanggung Jawab Kolektif

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali komitmen kita terhadap pendidikan bermutu di Indonesia. Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie, menegaskan bahwa pendidikan bermutu merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dipikul oleh semua stakeholder, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat luas.

Latar Belakang Pendidikan Bermutu

Pendidikan bermutu tidak hanya sekadar tentang penyampaian ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan kemampuan siswa untuk menjadi warga negara yang produktif dan berkontribusi positif pada masyarakat. Dalam konteks ini, pendidikan bermutu harus memenuhi beberapa kriteria, seperti relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat, kualitas sumber daya manusia (guru dan staf), serta ketersediaan fasilitas dan infrastruktur yang memadai.

Menurut Ahmad Tholabi Kharlie, pendidikan bermutu juga harus mempertimbangkan aspek keadilan dan kesetaraan. Artinya, semua siswa, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi, harus memiliki akses yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Ini berarti bahwa lembaga pendidikan harus proaktif dalam mengidentifikasi dan mengatasi kesenjangan pendidikan, serta menyediakan program dan sumber daya yang tepat untuk mendukung siswa yang memerlukan.

Tanggung Jawab Kolektif dalam Pendidikan

Ahmad Tholabi Kharlie menekankan bahwa pendidikan bermutu tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga memerlukan partisipasi dan komitmen dari semua stakeholder. Pemerintah, sebagai regulator dan penyedia sumber daya, memiliki peran penting dalam mengembangkan kebijakan dan program pendidikan yang efektif. Orang tua dan masyarakat luas juga harus terlibat dalam proses pendidikan, baik melalui partisipasi dalam kegiatan sekolah maupun dengan menyediakan dukungan dan motivasi bagi siswa.

Lebih lanjut, Ahmad Tholabi Kharlie menyoroti pentingnya kerja sama antara lembaga pendidikan dan industri dalam mengembangkan kurikulum yang relevan dan mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja. Dengan demikian, pendidikan bermutu tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga memberikan siswa kemampuan praktis dan siap pakai yang dibutuhkan oleh industri.

Menghadapi Tantangan Pendidikan di Masa Depan

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat, pendidikan bermutu harus siap menghadapi tantangan-tantangan baru. Ahmad Tholabi Kharlie menekankan bahwa lembaga pendidikan harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Ini berarti bahwa pendidikan harus lebih fleksibel, responsif, dan terbuka terhadap perubahan.

Selain itu, pendidikan bermutu juga harus memprioritaskan pengembangan kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkolaborasi, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Dengan demikian, siswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga siap menjadi warga negara yang aktif dan berkontribusi positif pada masyarakat.

Dalam rangka memperingati Hardiknas 2026, Ahmad Tholabi Kharlie mengajak semua stakeholder untuk terus berkomitmen terhadap pendidikan bermutu dan bekerja sama untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, Indonesia dapat membentuk generasi yang cerdas, berkualitas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.



Ilustrasi Berita - Tim Redaksi Banten Jumper Media

Posting Komentar

0 Komentar

Trending Now